HARIANINVESTOR.COM – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sepanjang kuartal I-2024 membukukan laba bersih Rp230,52 miliar.

Mengalami pertumbuhan 2,58 persen dari posisi sama tahun lalu Rp224,71 miliar.

Laba per saham dasar/dilusian menjadi Rp119,78 dari posisi sama tahun sebelumnya Rp116,76.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="1"]

Pendapatan bersih Rp4,79 triliun, surplus 0,63 persen dari edisi sama tahun lalu Rp4,76 triliun.

Beban pokok pendapatan Rp4,21 triliun, susut dari periode sama tahun lalu Rp4,25 triliun.

Laba kotor terakumulasi sebesar Rp582,20 miliar, melejit 14 persen dari fase sama tahun lalu Rp509,87 miliar.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="3"]

Dilansir dari Emitennews.com, beban umum dan administrasi Rp207,14 miliar, bengkak tipis dari Rp201,31 miliar.

Beban penjualan Rp136,22 miliar, susut dari Rp146,18 miliar. Biaya pendanaan Rp74,48 miliar, bengkak dari Rp65,83 miliar.

Kerugian selisih kurs Rp2,63 miliar, menciut dari Rp3,40 miliar. Penghasilan bunga Rp35,95 miliar, naik dari Rp22,50 miliar.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="5"]

Bagian atas hasil bersih ventura bersama Rp18,42 miliar, susut dari Rp38,86 miliar.

Lain-lain Rp116,54 miliar, menciut dari Rp148,74 miliar.

Total beban usaha Rp249,56 miliar, bengkak dari Rp206,62 miliar.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="7"]

Laba sebelum pajak penghasilan Rp332,64 miliar, menanjak dari posisi sama tahun lalu Rp303,24 miliar.

Beban pajak penghasilan Rp92,76 miliar, naik dari Rp73,66 miliar. Laba periode berjalan Rp239,87 miliar, surplus dari Rp229,58 miliar.

Total ekuitas Rp22,81 triliun, naik dari akhir tahun lalu Rp22,56 triliun.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="9"]

Total liabilitas Rp6,73 triliun, bengkak dari Rp6,28 triliun. Jumlah aset Rp29,55 triliun, naik dari Rp28,84 triliun.

Dikutip dari laman resmi Astra.agro.co.id, PT Astra Agro Lestari Tbk atau Astra Agro (“Perseroan”) berdiri sejak 3 Oktober 1988 dengan nama PT Suryaraya Cakrawala.

Pada Agustus tahun 1989, Perseroan berganti nama menjadi PT Astra Agro Niaga.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="11"]

Perseroan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini, juga pernah mengembangkan perkebunan teh dan kakao di Jawa Tengah pada tahun 1990 dan meluncurkan produk minyak goreng dengan merek “Cap Sendok” pada tahun 1992.

Pada tahun 1997, PT Astra Agro Niaga berubah nama menjadi PT Astra Agro Lestari Tbk dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode AALI pada 9 Desember di tahun tersebut.

Hingga saat ini, PT Astra International Tbk memiliki 79,68% saham Astra Agro dan 20,32% saham dimiliki oleh Publik.

[related by="category" jumlah="2" mulaipos="13"]

Perseroan telah melakukan pengembangan usaha dengan menggandeng perusahaan asal Malaysia.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Yaitu Kuala Lumpur (KL)-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd pada tahun 2013 dengan membentuk usaha patungan ASTRA-KLK Pte, Ltd sebagai kantor pemasaran yang berdomisili di Singapura.

Selanjutnya pada tahun 2014, Perseroan membangun pabrik pengolahan minyak sawit dengan nama PT Tanjung Sarana Lestari (TSL) yang berlokasi di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Pabrik ini dapat menghasilkan produk-produk turunan seperti RBDPO, Olein, Stearin, dan PFAD ditujukan untuk memenuhi pasar ekspor dari Tiongkok dan Filipina.

Pada tahun 2015, Perseroan melakukan penyertaan saham sebesar 50% pada refinery yang dimiliki oleh KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd. yang berlokasi di Dumai, Provinsi Riau.

Selain itu, Perseroan juga mendirikan pengolahan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/PKO) melalui anak perusahaan PT Tanjung Bina Lestari (TBL) pada tahun 2017 yang berlokasi di Sulawesi Barat.

Pengembangan bagian yang membantu proses bisnis berjalan dengan baik, Perseroan melakukan inovasi dalam membangun pabrik pencampuran pupuk NPK melalui dua anak perusahaan.

Yaitu PT Cipta Agro Nusantara yang berlokasi di Sulawesi Tengah pada tahun 2016 serta PT Bhadra Cemerlang yang berlokasi di Kalimantan Tengah pada tahun 2017.

Sebagai upaya dalam menjaga keberlangsungan usaha, Perseroan secara konsisten melaksanakan program replanting.

Yang bertujuan untuk meremajakan tanaman dan meningkatkan produksi buah kelapa sawit Perseroan di masa yang akan datang di seluruh perkebunan Astra Agro.

Hingga saat ini, Astra Agro mencatat total luas area perkebunan sebesar 285.387 hektar yang berlokasi di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

Luasan perkebunan Perseroan tersebut terbagi dalam kebun inti sebesar 213.158 hektar dan kebun plasma sebesar 72.229 hektar

Perseroan kembali memantapkan komitmen terkait dengan tata kelola yang berkelanjutan (sustainability) pada tahun 2022.

Dengan menerbitkan inisiatif bertajuk Astra Agro Sustainability Aspiration 2030 yang menjadi strategi perusahaan di tahun tersebut.

Inisiatif keberlanjutan yang terdapat dalam Sustainability Development Goals (SDGs) serta sesuai dengan prinsip-prinsip Environment, Social and Governance (ESG).

Astra Agro Sustainability Aspiration 2030 diimplementasikan melalui 12 inisiatif yang terangkum dalam Triple-P Road Map Strategy.

Yaitu Portfolio, People, dan Public Contribution dengan Good Corporate Governance (GCG) sebagai key enabler.

Sebagai komitmen Perseroan terhadap keberlanjutan, Perseroan telah memenuhi standar keberlanjutan yang telah ditetapkan diantaranya adalah Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Astra Agro pun menjadi salah satu perusahaan pertama yang mendapatkan ISPO pada tahun 2012 di salah satu anak perusahaan Perseroan.

Hingga saat ini, hampir seluruh anak perusahaan Perseroan telah bersertifikasi ISPO.

Selain itu, beberapa anak usaha Perseroan juga memiliki sertifikat International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).

Dalam menghadapi tantangan di masa mendatang, secara agile Perseroan terus mengembangkan dan menyesuaikan strategi perusahaan dengan keadaan bisnis yang sedang berjalan.

Agar dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta melakukan diversifikasi lini bisnis prospektif yang berhubungan dengan bisnis kelapa sawit.***