Triwulan II Banyak Perubahan Geopolitik dan Ekonomi Global, Menkeu Waspadai Kinerja APBN 2024

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 26 April 2024 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Facebook.com/@Sri Mulyani Indrawati)

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Facebook.com/@Sri Mulyani Indrawati)

HARIANINVESTOR.COM – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN 2024) sampai triwulan I terbilang cukup baik.

Hal tersebut didorong oleh belanja dan pendapatan negara yang terkendali.

Kendati begitu, Kementerian Keuangan tetap mewaspadai perlambatan dan normalisasi ke depannya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena masuk triwulan II 2024 ada banyak perubahan geopolitik dan ekonomi global yang akan berimbas pada perekonomian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hak itu saat konferensi pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/4/2024).

“Meski terlihat cukup positif, kita tetap waspada,” ujar Sri Mulyani.

“Karena masuk triwulan II 2024 ada banyak perubahan geopolitik dan ekonomi global yang akan berimbas pada perekonomian seluruh dunia,” imbuhnya

Sri Mulyani Indrawati menyebutkan APBN 2024 mengalami surplus sebesar Rp8,1 triliun hingga Maret 2024.

“Posisi APBN kita masih surplus Rp8,1 triliun atau 0,04 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),” kata Sri Mulyani.

Nilai surplus tersebut diperoleh dari pendapatan negara yang lebih tinggi dari belanja negara.

Kementerian Keuangan telah mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp620,01 triliun atau setara dengan 22,1 persen dari target sebesar Rp2.802,3 triliun.

Kinerja tersebut terkontraksi sebesar 4,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp611,9 triliun atau setara dengan 18,4 persen dari pagu anggaran sebesar Rp3.325,1 triliun.

“Kalau penerimaan negara mengumpulkan 22 persen dari target, belanja negara 18,4 persen dalam satu kuartal,” jelas Bendahara Negara tersebut.

Kinerja belanja negara mengalami pertumbuhan sebesar 18 persen secara tahunan.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah komponen belanja, seperti pelaksanaan pemilu.

Lebih lanjut, keseimbangan primer juga tercatat menunjukkan kinerja positif, yakni sebesar Rp122,1 triliun.

Keseimbangan primer adalah selisih dari total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang.***

Berita Terkait

Press Release Berbayar: Strategi Cerdas Jamin Berita Tayang di Media Nasional
Hallo.id Tegaskan Fokus Pada Konten Ekonomi Untuk Menghadirkan Panduan Bisnis Berbasis Data
Pertamina Hulu Mahakam Dorong Guru Pesisir Tingkatkan Numerasi
PHSS Latih Pemuda Muara Badak Ilir Jadi Rigger Andal Siap Terjun ke Industri
Pertamina Genjot Produksi Migas Sambil Lestarikan Orangutan di Kalimantan
Kwik Kian Gie, Ekonom Kritis Penjaga Kedaulatan Ekonomi Nasional Telah Tiada
Gurita Emas: Inovasi Laut Dalam Pertamina yang Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional
Program Komik Pesut Mahakam Antar PHM Sabet Emas ISRA 2025

Berita Terkait

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 06:13 WIB

Press Release Berbayar: Strategi Cerdas Jamin Berita Tayang di Media Nasional

Senin, 11 Agustus 2025 - 06:32 WIB

Hallo.id Tegaskan Fokus Pada Konten Ekonomi Untuk Menghadirkan Panduan Bisnis Berbasis Data

Minggu, 10 Agustus 2025 - 09:47 WIB

Pertamina Hulu Mahakam Dorong Guru Pesisir Tingkatkan Numerasi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:27 WIB

PHSS Latih Pemuda Muara Badak Ilir Jadi Rigger Andal Siap Terjun ke Industri

Selasa, 5 Agustus 2025 - 09:27 WIB

Pertamina Genjot Produksi Migas Sambil Lestarikan Orangutan di Kalimantan

Berita Terbaru