Lemhannas Sebut Pembangunan IKN Nusantars Jadi Simbol Pergeseran Pembangunan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 22 Desember 2022 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Titik Nol Kilometer IKN. (Dok. Setkab.go.id)

Titik Nol Kilometer IKN. (Dok. Setkab.go.id)

HALLOKALTIM.COM – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengatakan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi simbol pergeseran paradigma pembangunan di Indonesia.

Hal tersebut, kata Andi, merupakan salah satu kajian terkait IKN yang dihasilkan Lemhannas sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat dirinya dilantik menjadi Gubernur Lemhannas pada Februari 2022.

“IKN tidak hanya sekadar menjadi pembangunan kota, tetapi menjadikan IKN sebagai simbol pergeseran paradigma pembangunan di Indonesia,” kata Andi saat acara Konferensi Pers Pernyataan Akhir Tahun 2022 Gubernur Lemhannas RI di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan pergeseran paradigma pembangunan di IKN yang dimaksud meliputi simbol bagaimana Indonesia akan bergerak ke arah smart economy, digital economy, green economy, dan menjadikan Indonesia bagian dari regional maupun global hub.

“IKN harus menjadi simbol dari transformasi pembangunan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Andi mengatakan kajian Lemhannas tentang IKN selanjutnya mencermati perihal pertahanan IKN di mana IKN akan menjadi pusat gravitasi dan kekuatan di Indonesia sehingga memunculkan kerawanan baru.

“Berpindahnya Jakarta ke IKN akan mengubah centre of gravity Indonesia, termasuk akan membutuhkan gelar-gelar militer baru pada saat nanti IKN akan menjadi pusat kekuatan di Indonesia,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, kerawanan strategis baru di IKN harus segera dimitigasi, antara lain dengan melakukan gelar udara yang sifatnya mengandalkan air centric warfare sebagai strategi pertahanan IKN.

“Lalu ada gelar laut yang sifatnya mengandalkan dua strategi kembar, antiakses, dan area denial. Strategi itu sudah kami tawarkan ke pemerintah,” imbuhnya.

Andi mengatakan strategi pertahanan yang bersifat air centric dibutuhkan karena pertempuran pertahanan pertama yang akan dihadapi di IKN cenderung berupa pertempuran udara dengan memanfaatkan teknologi-teknologi baru dan cenderung hybrid. Ia menyebut tantangan pertahanan lainnya di IKN berkaitan dengan perang cyber.

“Menyimak apa yang terjadi terutama di Rusia dan Ukraina, kita melihat adanya teknologi-teknologi baru yang dikembangkan, yang dipergunakan dalam perang yang terjadi di Ukraina, yang paling menonjol memang sifatnya ‘air centric’, terutama drone dan rudal yang sudah masuk ke era hipersonik,” ucapnya.

Oleh karena itu, ia berharap Indonesia bisa segera bersiap untuk melakukan adopsi teknologi-teknologi terbaru dalam bidang pertahanan udara maupun cyber. “Teknologi-teknologi baru ini kami amati terus menerus untuk kemudian diusulkan, diadopsi oleh Kementerian Pertahanan-Mabes TNI, termasuk untuk penguatan pertahanan IKN ke depan,” kata Andi.

Secara keseluruhan, Andi menyebut bahwa Lemhannas telah berhasil menghasilkan 42 kajian atau rekomendasi kebijakan pada periode 2022 dari lima topik yang diinstruksikan Presiden, yakni konsolidasi demokrasi, transformasi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru, dan pembangunan IKN.

“Dari bulan Februari sampai pertengahan Desember ini kami sudah memberikan kajian berupa rekomendasi-rekomendasi kebijakan, kalau tercatat sekarang sebanyak 42 kajian atau rekomendasi kebijakan dari lima topik yang diminta Presiden,” katanya.

Berita Terkait

Menggali Kisah Sungai Mahakam: Nadi Kehidupan Abadi Kalimantan Timur
Pesona Eran: Tradisi Pesta Rakyat Kutai yang Abadi di Tengah Zaman
Wehea: Jantung Borneo yang Terancam, Warisan Berharga dari Leluhur
Mengunjungi Jejak Megah Kutai Martadipura, Kerajaan Tertua Nusantara yang Penuh Misteri
Adira Finance Hadirkan #TerimaKasihSahabat di Balikpapan, Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026
Misteri Sungai Mahakam: Kisah Pesut, Penjaga Legendaris dari Masa Lalu
Menguak Tirai Sejarah: Pesona Kerajaan Kutai, Jejak Peradaban Tertua Nusantara
Pesona Tersembunyi Puncak Gunung Lumut: Mendaki Hutan Purba di Jantung Kalimantan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 07:00 WIB

Menggali Kisah Sungai Mahakam: Nadi Kehidupan Abadi Kalimantan Timur

Rabu, 16 September 2026 - 07:03 WIB

Pesona Eran: Tradisi Pesta Rakyat Kutai yang Abadi di Tengah Zaman

Minggu, 13 September 2026 - 07:02 WIB

Wehea: Jantung Borneo yang Terancam, Warisan Berharga dari Leluhur

Senin, 7 September 2026 - 07:00 WIB

Mengunjungi Jejak Megah Kutai Martadipura, Kerajaan Tertua Nusantara yang Penuh Misteri

Minggu, 6 September 2026 - 20:47 WIB

Adira Finance Hadirkan #TerimaKasihSahabat di Balikpapan, Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026

Berita Terbaru