Lebih Rendah dari Tahun Sebelumnya, Inflasi di Provinsi Kaliman Timur Masih Terkendali

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 4 Januari 2023 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bank Indonesia. (Dok. Setkab.go.id)

Gedung Bank Indonesia. (Dok. Setkab.go.id)

HALLOKALTIM.COM – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kaliman Timur menilai, inflasi di daerah ini masih terkendali pada Desember 2022 berdasarkan data BPS setempat yang sebesar 0,23 persen (mtm) dan sebesar 5,35 persen (yoy).

“Inflasi sebesar ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 0,66 persen (mtm) atau 5,51 persen (yoy), dan lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada Desember tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kepala BI Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim Ricky Perdana Gozali di Samarinda, Senin 2 Januari 2023.

Terkendalinya inflasi ini tidak lepas dari peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim bersama TPID di kabupaten/kota, yang terus mengantisipasi kenaikan harga pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Desember 2022, lanjutnya, TPID di seluruh Kaltim secara aktif bersinergi bersama pemangku kepentingan melakukan berbagai kegiatan pengendalian inflasi daerah, antara lain menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi bahan pangan.

Kegiatan ini, lanjut Ricky, dilakukan melalui realisasi kerja sama antardaerah, termasuk realisasi subsidi ongkos angkut untuk berbagai komoditas pangan strategis.

Selain itu, dalam rangka menjaga keterjangkauan harga telah dilakukan operasi pasar maupun pasar murah selama Desember, baik oleh TPID Kaltim maupun kabupaten/kota yang dilaksanakan serentak maupun secara mandiri.

Selain itu, telah dilaksanakan penyerahan bantuan sosial dan pelepasan operasi pasar sebagai bentuk realisasi Dana Transfer Umum (DTU) senilai Rp40 miliar, sehingga hal ini mampu menekan harga komoditas pangan.

Penguatan komunikasi efektif juga terus digencarkan, antara lain melalui koordinasi antarprovinsi hingga dengan kabupaten/kota, koordinasi teknis, sosialisasi dan implementasi gerakan tanam cabai di pekarangan rumah.

Inflasi Kaltim yang sebesar 0,23 persen tersebut disebabkan oleh peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, namun tekanan inflasi tertahan di tengah deflasi kelompok transportasi.

“Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan harga, namun tidak setinggi prediksi sebelumnya.”

“Kelompok makanan, minuman dan tembakau berinflasi 0,54 persen (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,05 persen,” katanya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Hallo Media Network, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Menggali Kisah Sungai Mahakam: Nadi Kehidupan Abadi Kalimantan Timur
Pesona Eran: Tradisi Pesta Rakyat Kutai yang Abadi di Tengah Zaman
Wehea: Jantung Borneo yang Terancam, Warisan Berharga dari Leluhur
Mengunjungi Jejak Megah Kutai Martadipura, Kerajaan Tertua Nusantara yang Penuh Misteri
Adira Finance Hadirkan #TerimaKasihSahabat di Balikpapan, Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026
Misteri Sungai Mahakam: Kisah Pesut, Penjaga Legendaris dari Masa Lalu
Menguak Tirai Sejarah: Pesona Kerajaan Kutai, Jejak Peradaban Tertua Nusantara
Pesona Tersembunyi Puncak Gunung Lumut: Mendaki Hutan Purba di Jantung Kalimantan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 07:00 WIB

Menggali Kisah Sungai Mahakam: Nadi Kehidupan Abadi Kalimantan Timur

Rabu, 16 September 2026 - 07:03 WIB

Pesona Eran: Tradisi Pesta Rakyat Kutai yang Abadi di Tengah Zaman

Minggu, 13 September 2026 - 07:02 WIB

Wehea: Jantung Borneo yang Terancam, Warisan Berharga dari Leluhur

Senin, 7 September 2026 - 07:00 WIB

Mengunjungi Jejak Megah Kutai Martadipura, Kerajaan Tertua Nusantara yang Penuh Misteri

Minggu, 6 September 2026 - 20:47 WIB

Adira Finance Hadirkan #TerimaKasihSahabat di Balikpapan, Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026

Berita Terbaru