HARIANINVESTOR.COM – Kurs telah menembus diatas angka Rp16 ribu/1 USD, hal ini tentu berdampak langsung pada perekonomian nasional.
Terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat pada umumnya, jika tren ini terus berlanjut, maka ujungnya mengarah pada inflasi (imported inflation).
Pemerintah diminta untuk memitigasi dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal tersebut disampaikan oleh Mantan Menteri Koperasi dan UMKM yang juga Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, sebagaimana dilansir lewat laman resmi MPR RI.
“Tren melemahnya rupiah ini mesti dicarikan solusinya segera. Ini akan menekan neraca perdagangan.”
“Harga barang-barang impor melambung, akhirnya kenaikan harga di tingkat konsumen,” kata Syarief Hasan.
“Jika ini terjadi pada komoditas pangan, maka rakyat akan menanggung mahalnya harga pangan.”
Baca Juga:
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
“Apalagi dengan tren peningkatan impor beras yang merupakan kebutuhan pokok rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, dengan volume impor beras saja yang direncanakan sebesar 3 juta ton pada 2024, kenaikan harga beras akan terjadi.
Bahkan sangat mungkin mengarah pada krisis pangan, ini terlihat dari realisasi impor beras yang telah mencapai 828.420 ton sepanjang Januari – Februari 2024.
Sementara di sisi lain, pelemahan kurs ini juga akan berakibat pada menaiknya suku bunga acuan.
Baca Juga:
Rahasia Ramuan Herbal Kutai: Warisan Leluhur di Tengah Gempuran Modernitas
Mengintip Belian: Jembatan Spiritual Dayak Benuaq Menuju Keseimbangan Alam
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Sehingga beban kredit UMKM bertambah, baik dari sisi biaya maupun kemampuan bayar.***









