HARIANINVESTOR.COM – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) atau JAPFA mencatatkan penjualan bersih senilai Rp51,18 triliun pada tahun 2023, atau meningkat 4,5 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun 2022.
Peseroan tetap fokus dalam menjalankan strategi bisnis di tengah tantangan kelangkaan bahan baku dan fluktuasi harga live bird pada tahun 2023.
Upaya efisiensi di berbagai bidang, penggunaan bahan baku alternatif, serta pengoptimalan utilisasi kapasitas produksi telah berhasil menekan biaya produksi dan menjaga efektivitas kinerja perseroan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur JAPFA Leo Handoko Laksono menyampaikan hal tersebut dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (3/4/2024).
“Di samping itu, dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menjaga keseimbangan populasi ayam pedaging dalam negeri”.
“JAPFA telah mengekspor ke beberapa negara, termasuk ekspor perdana ayam hidup ke Singapura,” ujar Leo.
Dari kontribusi penjualan kotor per segmen usaha, Leo menjelaskan divisi unggas masih menjadi penyumbang terbesar penjualan dengan persentase sebesar 90 persen.
Baca Juga:
Adira Finance Hadirkan #TerimaKasihSahabat di Balikpapan, Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026
Dahua Technology Hadirkan Solusi Hunian Cerdas Terintegrasi di IFA Berlin 2026
Rinciannya, segmen pakan ternak menyumbangkan penjualan sebesar 41 persen disusul dengan segmen peternakan komersial sebesar 31 persen.
“Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan ekspor pakan unggas sebesar empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Leo.
Ia melanjutkan, segmen Usaha Pengolahan Hasil Peternakan dan Produk Konsumen juga tumbuh 3,7 persen (yoy).
Dengan penjualan bersih senilai Rp7,9 triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp7,6 triliun, dengan laba senilai Rp417,2 miliar.
Baca Juga:
Haier Jalin Kemitraan Global dengan UEFA Champions League
Hisense Hadirkan Warna yang Lebih Nyata dan Nyaman di Mata, serta Hiburan Imersif di IFA 2026
Misteri Sungai Mahakam: Kisah Pesut, Penjaga Legendaris dari Masa Lalu
“Segmen budidaya perairan juga dinilai masih memiliki potensi yang sangat besar.”
“Begitu pula dengan sektor hilir yang senantiasa menawarkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.”
“Kedepannya, kami terus berupaya memperkuat sektor hilir,” ujar Leo.
Selama tahun 2023, Ia mengungkapkan perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp1,98 triliun.
Selain itu, pada tahun lalu perseroan mempertajam fokus dalam komitmen terhadap aspek keberlanjutan.
Salah satunya dengan pemanfaatan Sustainability-Linked Loan (SLL) dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) senilai Rp1,425 triliun.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
Akar Kuning: Rahasia Alam Kalimantan untuk Hati Sehat dan Daya Tahan Tubuh
Selama tiga tahun terakhir, perseroan membangun delapan dari sembilan fasilitas daur ulang air limbah, serta sedang menyempurnakan JAPFA Sustainability Reporting System (JSRS).
Dengan menambahkan cakupan data yang relevan, sehingga secara signifikan meningkatkan kelengkapan dan akurasi data.***










