Hadapi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Kalimantan Timur, BNPB Siagakan 4 Helikopter

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., memimpin Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla dan Asap di Wilayah Provinsi Kalimantan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (2/8/2024). (Dok. BNPB)

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., memimpin Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla dan Asap di Wilayah Provinsi Kalimantan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (2/8/2024). (Dok. BNPB)

HALLOKALTIM.COM – BNPB menyiagakan empat helikopter untuk menangani bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Timur.

Bantuan udara ini juga bertujuan untuk mendukung situasi kondusif kawasan ibu kota negara baru.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan hal itu, Jumat (2/8/2024).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menyampaikan pada Rapat Koordinasi Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Karhutla dan Asap di Wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Sebanyak dua armada baling-baling ini digunakan untuk pemantauan.

Sedangkan dua lainnya, pemanfaatan dikhususkan Satuan Tugas Udara untuk pengeboman air atau water-bombing

“Kami menyiapkan 2 unit helikopter untuk patroli dan 2 lagi untuk water-bombing,” ujar Suharyanto.

BNPB akan menambah armada helikopter apabila terjadi eskalasi kejadian karhutla di wilayah Kalimantan Timur.

Kepala BNPB yang pernah bertugas 10 tahun di Kalimantan menambahkan helikopter patroli difungsikan untuk pemantauan apabila ada api di permukaan tanah.

Suharyanto merekomendasikan penggunaan water-bombing dilakukan apabila sudah tidak dapat dipadamkan lagi oleh operasi darat.

Selain dukungan armada udara, BNPB juga memberikan stimulan bantuan untuk wilayah Kalimantan Timur, berupa dana siap pakai, logistik dan peralatan.

Pada kesempatan itu, Kepala BNPB menambahkan, pihak Provinsi Kalimantan Timur meminta ditambahkan menjadi wilayah prioritas dalam penanganan karhutla. Hal tersebut mengingat adanya kawasan khusus, ibu kota Nusantara (IKN).

Saat ini BNPB mengidentifikasi 6 provinsi prioritas karhutla, yaitu Provinsi Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Merespons potensi bahaya karhutla, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menetapkan status siaga darurat di wilayahnya.

Status tersebut berlaku sampai dengan 30 November 2024.

Berdasarkan data BNPB, sebaran titik panas atau hotspot di Provinsi Kalimantan Timur pada priode Januari hingga Juli 2024 mencapai 9.148 titik.

Daerah dengan jumlah titik panas tertinggi berada di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

Kepala BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan saat memasuki musim kemarau.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Ekonominews.com dan Infofinansial.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hello.id dan Heijakarta.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

 

Berita Terkait

Melacak Jejak Legenda Pesut Mahakam: Kisah Penjaga Sungai Kehidupan
Menguak Warisan Terlupakan: Jejak Abadi Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur
Wehea: Jantung Kalimantan Timur, Surga Orangutan dan Masyarakat Dayak
Wehea: Jantung Borneo yang Berdenyut dalam Ancaman Modernitas
Mengintip Keunikan Upacara Belian: Menjaga Keseimbangan Dunia Melalui Ritual Adat
Wehea: Jantung Borneo yang Berdetak, Oase Tersembunyi di Hutan Kalimantan
Euforia Erau: Tradisi Pesta Rakyat Kutai Kartanegara yang Mendunia
Wehea: Jantung Borneo yang Terlupakan, Penjaga Hutan Purba Kalimantan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Menguak Warisan Terlupakan: Jejak Abadi Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Wehea: Jantung Kalimantan Timur, Surga Orangutan dan Masyarakat Dayak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Wehea: Jantung Borneo yang Berdenyut dalam Ancaman Modernitas

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:03 WIB

Mengintip Keunikan Upacara Belian: Menjaga Keseimbangan Dunia Melalui Ritual Adat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Wehea: Jantung Borneo yang Berdetak, Oase Tersembunyi di Hutan Kalimantan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ragnarok Zero: Global Resmi Diluncurkan pada 18 Agustus

Senin, 17 Agu 2026 - 23:38 WIB